Beton pada dasarnya merupakan campuran antara semen, kerikil, pasir, dan air dengan perbandingan campuran yang tertentu. Kadang-kadang beberapa bahan tambahan juga ikut digunakan dalam campuran beton ini untuk membuat beton yang memiliki sifat-sifat yang diinginkan, misalnya fly ash (abu terbang) atau material kimia lainnya. Air dan semen akan bereaksi menjadi pasta semen yang bertugas untuk mengikat kerikil dan pasir sehingga terbentuk struktur yang kaku dan memiliki kekuatan tertentu.

campuran dalam beton
Sumber : ecosmartconcrete.com
Mutu / kekuatan beton sangat dipengaruhi oleh :
- Kualitas pasta semen, yaitu campuran antara semen dan air
- Kualitas agregat, yaitu kerikil dan pasir
- Kekuatan lekatan antara pasta semen dengan agregat
Pasta Semen
Pasta semen adalah campuran antara semen dengan air. Kualitas pasta semen ditentukan oleh :
- mutu semen -> kandungan unsur kimia di dalam semen
- porositas -> tergantung dari jumlah air, proses perawatan beton basah (curing), dan bahan aditif
Agregat
Agregat digunakan dalam beton terdiri dari kerikil dan pasir. Kualitas agregat ditentukan oleh :
- kekerasan fisik
- gradasi / distribusi ukuran
- porositas
- sifat alkali reaktif -> mudah bereaksi dengan alkali. Ini harus dihindari
Lekatan Pasta Semen dengan Agregat
Kekuatan lekatan antar pasta semen dengan agregat ditentukan oleh :
- kebersihan agregat dari zat-zat organik
- bentuk agregat, apakah bersudut (batu pecah) atau bulat (batu alam)
- kandungan kimia di dalam semen (khususnya CaO)
15 October 2009 at 14:11
halooooooooo
bisa bantu aku menjelaskan tentang bahan – bahan penyusun beton secara lengkap buat aku??????
soalnya aku butuh sekali referensi untuk buat tugas…….
terima kasih atas bantuannya……. ku tunggu balasannya……
15 October 2009 at 16:05
Seperti telah disebutkan di atas: bahan-bahan penyusun beton yang utama adalah semen, pasir, kerikil, dan air. Kadang-kadang ditambah dengan material fly ash, silicafume, iron slag, copper slag, atau bahan aditive kimia seperti retarder, accelerator, water reducer, dll.
Untuk bahan referensi, silahkan kunjungi http://www.cement.org
16 December 2009 at 19:30
Pak..bagi ilmunya tentang penambahan fly ash terhadap kuat tekan beton..
Pgn tau kira2 komposisi yg brapa aja..kalo bs yg ada tabel nih..buat proposal TA nih..tolong yh pak..
Dbls yh
21 January 2010 at 9:00
Kalau mengenai penambahan fly ash bisa saya share (nunggu waktu luang nih buat nulis lagi). Tapi kalau untuk bikin tabel komposisi harus dilakukan percobaan, dan saya belum pernah melakukan percobaan tsb.
17 September 2010 at 9:40
Mas mw nanya ni,pada percobaan analisa agregat halus akan didapat gradasi ideal utk pembuatan beton yg bermutu baik, nah apa definisi dr gradasi ideal itu?
dan apa perbedaan standar SNI dan ASTM?
kalo bia disertai grafik standar SNI dan ASTM
mohon dijwb ya…
seblmny trimaksih…
20 September 2010 at 10:10
Gradasi yang ideal itu adalah gradasi yang sesuai dengan standar. Untuk mengetahui bagaimana gradasi yang standar, silahkan merujuk kepada SNI 03-2834-2000 “Tata cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal” atau ASTM C33 “Standard Specification for Concrete Aggregates”.
17 May 2011 at 22:31
Dear Pak Aguz, ikutan nanya ya Pak.
Saya awam dalam bangunan/beton dsb.
1. Ketika saya kecil saya sering melihat tukang mencapur kapur dalam adukan bubur semen, apa guna/alasannya? karena saat ini saya kira jarang orang menggunakannya.
2. Pada saat gempa bumi, banyak bangunan yg runtuh karena kegagalan beton/kolom pada lantai dasar. Bagaimana cara menghitung/memperkirakan kekuatan beton oleh gaya kesamping gempa bumi? misal akselerasi kesamping gempa 9.8 m/m2 (= gaya gravitasi), apakah ini bisa dihitung dengan daya lentur? karena beton adalah bersifat getas. Karena beberapa kali lihat di TV, gempa di Jepang bisa menguncang gedung kesamping, tapi gedung tetap berdiri, ini membuat saya ingin tahu tentang getas vs lentur beton.
Makasih sebelumnya.
14 July 2011 at 13:27
1. Saya nggak tahu karena hal tsb jarang dilakukan sekarang, juga tidak diajarkan di bangku kuliah. Mungkin ada rekan lain yang bisa menjelaskan.
2. Memang betul beton bersifat getas, tapi bukan berarti tidak mempunyai daya lentur. Daya lentur ada tapi tidak sebesar bahan lain misalnya kayu dan baja. Jadi asalkan gaya yang terjadi tidak melebihi kekuatan beton dan lendutannya tidak melebihi batas kemampuan lendutan beton itu maka beton tidak akan pecah. Dalam hal gempa bumi, insinyur yang mendesain gedung sudah memperhitungkan jika ada gempa maka gedung akan bergoyang, dan goyangannya diusahakan tidak melebihi batas tertentu yang dapat menyebabkan beton pecah.
Semoga penjelasannya mudah dimengerti,