Beton pada dasarnya merupakan campuran antara semen, kerikil, pasir, dan air dengan perbandingan campuran yang tertentu. Kadang-kadang beberapa bahan tambahan juga ikut digunakan dalam campuran beton ini untuk membuat beton yang memiliki sifat-sifat yang diinginkan, misalnya fly ash (abu terbang) atau material kimia lainnya. Air dan semen akan bereaksi menjadi pasta semen yang bertugas untuk mengikat kerikil dan pasir sehingga terbentuk struktur yang kaku dan memiliki kekuatan tertentu.

campuran dalam beton

campuran dalam beton

  Sumber : ecosmartconcrete.com

Mutu / kekuatan beton sangat dipengaruhi oleh :

  • Kualitas pasta semen, yaitu campuran antara semen dan air
  • Kualitas agregat, yaitu kerikil dan pasir
  • Kekuatan lekatan antara pasta semen dengan agregat

Pasta Semen

Pasta semen adalah campuran antara semen dengan air. Kualitas pasta semen ditentukan oleh :

  • mutu semen -> kandungan unsur kimia di dalam semen
  • porositas -> tergantung dari jumlah air, proses perawatan beton basah (curing), dan bahan aditif

Agregat

Agregat digunakan dalam beton terdiri dari kerikil dan pasir. Kualitas agregat ditentukan oleh :

  • kekerasan fisik
  • gradasi / distribusi ukuran
  • porositas
  • sifat alkali reaktif -> mudah bereaksi dengan alkali. Ini harus dihindari

Lekatan Pasta Semen dengan Agregat

Kekuatan lekatan antar pasta semen dengan agregat ditentukan oleh :

  • kebersihan agregat dari zat-zat organik
  • bentuk agregat, apakah bersudut (batu pecah) atau bulat (batu alam)
  • kandungan kimia di dalam semen (khususnya CaO)