Untuk memperjelas cara pemodelan beban dinamik di SAP2000, penjelasan ditunjukkan dengan contoh kasus.

Kasus 1

Pada suatu table top foundation terdapat beban yang bekerja sinusoidal sbb:

  1. Amplitudo = 10 kN
  2. Frequency = 1500 Hz
  3. Ada 2 macam fungsi yang berbeda fase 90 derajat.
  4. Pada titik 1 dan 2 beban dimulai pada sudut 0 derajat
  5. Pada titik 2 dan 3 beban dimulai pada sudut 90 derajat, jadi pada titik 2 ada 2 beban.

Solusi:

  1. Buat 2 buah fungsi sinusoidal, misalnya namanya SIN00TH dan SIN90TH dengan frequency yang sama tapi dengan fase yang beda (amplitudo = 1).
  2. Buat 2 load case, namakan EQP12 dan EQP23, masing-masing untuk beban yang bekerja di titik 1 & 2, dan titik 2 & 3.
  3. Assign vertical load 10 kN di titik 1 & 2 pada load case EQP12
  4. Assign vertical load 10 kN di titik 2 & 3 pada load case EQP23
  5. Buat 1 analysis case, namakan EQUIPMENT. Analysis Case Type = Time History. Pada Loads Applied, masukkan load case EQP12 dengan fungsi SIN00TH dan EQP23 dengan fungsi SIN90TH.
  6. Siap di run.

Kasus 2

Pada suatu table top foundation terdapat beban sbb:

  1. Beban statik vertikal 100 kN
  2. Beban sinusoidal momen sebesar 1 kNm

Solusi:

  1. Buat 1 buah fungsi sinusoidal, misalnya namanya SINMOMTH
  2. Buat 2 load case, namakan EQPV dan EQPM, masing-masing untuk beban vertikal dan momen.
  3. Assign vertical load 100 kN pada load case EQPV.
  4. Assign moment load 1 kNm pada load case EQPM.
  5. Buat 1 analysis case, namakan EQPMDYN. Analysis Case Type = Time History. Pada Loads Applied, masukkan load case EQPM dengan fungsi SINMOMTH.
  6. Siap di run.